dokumentasi kegiatan MP GPdI di waktu lalu Jakarta. Laporan periodik Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (MP GPdI) ke setiap Majelis daerah setiap 6 bulan dimana dalam laporan tersebut MP GPdI menyampaikan berbagai hal ke seluruh Majelis Daerah. Nah, ada beberapa hal yang menjadi sorotan khususnya dalam hal laporan keuangan oleh bendahara umum MP GPdI yang terdapat berbagai kejanggalan dan hal ini langsung menuai tanggapan tanggapan miring di media sosial mengenai kinerja Bendahara umum Majelis Pusat GPdI. Disamping masalah keuangan Majelis Pusat hal lainnya termasuk ketum dan jajarannya terus mendapat sorotan. Baik penanganan sejumlah kasus di daerah daerah yang tidak tuntas, keputusan keputusan yang kurang tepat hingga kesemrawutan penataan organisasi dan banyak hal lainnya seolah menjadi bahan obrolan hangat setiap hari di medsos.“Cobalah waktu kawan kawan yang bawa aspirasi ke sentra GPdI diterima disambut dgn baik,ini tdk akan berkepanjangan, Malah dicaci maki kasian Kawan kawan padahal tujuan mereka demi GPdI lebih baik kedepan, tapi mungkin inilah saatnya supaya semua jelas dan terbuka/kelihatan mana yg murni melayani dan tidak, kalau Tuhan so buka ndak ada yg dapat tutup, “Ujar seorang pemerhati di group WA Mendapat sorotan justru sikap MP GPdI seolah menutup telinga dan tak peduli. Sikap cuek MP GPdI inilah yang membuat tanggapan tanggapan negatif bermunculan dan semakin ramai. MP GPdI seolah tak mempedulikan setiap masukkan masukkan yang ada baik pribadi atau Kelompok juga dari MPR sebagai lembaga resmi yang harus memberikan nasehat dan arahan. Menganggap diri super power inilah yang seharusnya jangan dilakukan para pimpinan tertinggi GPdI ini apalagi sebagai pelayan Tuhan dituntut untuk selalu memiliki kerendahan hati. Sorotan lebih banyak diarahkan kepada pengelolaan keuangan dari laporan yang disampaikan oleh Bendahara Umum. Laporan keuangan MP GPdI ini didapati berbagai hal yang janggal. Hal yang paling mengusik adalah catatan pengeluaran, dimana terdapat pengeluaran untuk pengacara, bareskrim dan hal lainnya yang tidak perlu sebenarnya dan dengan jumlah pengeluaran yang tergolong wah. Sementara itu ketum MP GPdi Pdt. John Weol dan bendahara MP Pdt. Brandon Lumatauw memilih diam dan tidak sama sekali menanggapi pesan WA dan telepon dari media ini. Dari laporan awal Bendum bahkan menulis laporan ini sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan MP GPdI yang tentunya tak lepas dari sorotan tentang kinerja BPK MP GPdI pada apa yang dikerjakan selama ini. “Ngeri saya lihat pemakaian uang kas MP mereka tidak punya perasaan lagi dengan gembala gembala yang didesa dan pedalaman yg bekerja keras hanya untuk membayar perpuluhan untuk semua kegiatan MP, miris sekali pimpinan gereja kita, “ujar Marthinus Rumimpunu warga GPdI Sorotan tajam terhadap bendum terlihat juga dari sebuah postingan dimana cukup detail memberikan gambaran tentang kinerja Bendum. “ Ada beberapa hal bendum tdk tahu cara/etika penulisan pengeluaran terkait lembaga/pribadi yang berhubungan dengan penyelenggara negara, ditariknya laporan karena laporan tersebut berpotensi jadi bumerang dan penerima pasti menyangkal dan akan menganggapnya sebagai pencemaran nama baik, dan ini bisa jadi celah masuk bagi teman-teman, dan terakhir kemungkinan, bukan karena ketum & Bendum yg bersoalan, lebih mengarah adanya masukan dari pihak yang memahami atau dari Bareskrim sendiri, “ujar Andreas Fernando dalam percakapan di WA group. Sangat disayangkan memang berbagai cara sudah dilakukan tapi MP GPdI dan jajarannya seolah tidak mau menerima masukkan. “Berulang kali kami sampaikan tapi tidak di gubris, demi kemajuan dan kepentingan organisasi agar lebih baik tapi tidak ada tanggapan baik, Kalau pakai Auditor, mrk pasti akan kasih tahu bgmn melakukan pencatatannya, Jadi kata “bareskrim” dan “nama pengacara” nggak akan muncul di Laporan Keuangan karena sangat sensitif, “tambah Philip seorang warga GPdI. Diketahui bersama GPdI sudah melewati usia 100 tahun seharusnya sudah semakin baik dalam hal pendataan organisasi, pengajaran, pengkaderan dan banyak hal lainnya namun yang terlihat seolah dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini trend penurunan dalam Berbagai hal jelas terlihat. “Kami Cinta GPdI makanya kami beri masukkan dan kritik namun seolah tidak di dengar, semoga kedepan akan Semakin baik, “ujar Ampera. (HenKa) Bagikan Post navigation Rayakan HUT GPdI Shabach Manado, Para Lansia Dikumpul Dan Ini Yang Mereka Lakukan Pdm. Stanley Manitik S.Th, M.Pd, M.H Dilantik MD GPdI Sulut sebagai Gembala GPdI Sangkakala Kolongan