Ngadirejo.Pelayanan pekerjaan Tuhan di GPdI Ngadirejo Jawa Tengah selama setahun ini terus menjadi obrolah hangat di media sosial. Berbagai kritik maupun dukungan terhadap sikap dan Keputusan MP (Majelis Pusat) maupun MD (Majelis Daerah) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) membanjiri berbagai media sosial. MD GPdI Jawa Tengah mendapat sorotan tajam terkait berbagai kebijakan mereka di GPdI Ngadirejo. Penempatan PTG (Pendamping Tugas Gembala ) oleh MD GPdI Jateng dianggap bukan Solusi dimana pada akhirnya jemaat malah kini terbagi dua.GPdI Ngadirejo sebelum diambil alih MD GPdI Jateng digembalakan oleh Ibu Gembala Pdt. Ester Lauw setelah suaminya meninggal. Media ini menghubungi berbagai pihak selama beberapa hari guna mendapatkan info sesuai kebenaran masing masing tentunya.Saat dihubungi media ini terkait permasalahan yang tak kunjung selesai ketua Majelis Daerah GPdI Jawa Tengah Pdt Agus Herry Purnomo menyampaikan bahwa pihak MD telah berupaya untuk kebaikan GPdI Ngadirejo namun ada berbagai kendala di lapangan. “Awalnya kami tempatkan PTG dan karena mendapat sorotan PTG Sudah kami tarik sejak tanggal 23 april 2023 dan sekarang sudah ditangani biro penggembalaan, gembalanya tetap ibu Ester, waktu lalu Pdt Ofler manulang dari Biro penggembalaan dan Pdt John sumarauw dikirim MP utk melihat keadaan di Ngadirejo, “ Ujar Ketua MD Jateng.Lanjut ketua MD kemudiaan MP menanyakan siapa yg mau dilayani pak Pdt. Anton dan semua tidak setuju dan hal ini sudah dilaporkan ke ketum MP GPdI dan arahan pak ketum yang tidak setuju bisa keluar dan bangun gereja sendiri. DIsamping itu sudah sejak 2 minggu ini dibagi ibadah pagi dan sore. “Kedua pihak kami sayangi pak dan dilayani MD, yang melarang bukan MD tapi jemaat yang ngga mau, “tambah ketua MD Jateng. Apa yang disampaikan Ketua MD Jateng mendapat bantahan dari Pdp. Anton Susilo yang merupakan anak gembala. Pdp Anton Susilo justru mengkritisi sikap pimpinan MD Jateng yang tidak pernah menggubris setiap surat dan permohonan yang disampaikannya selaku anak gembala. “Dasar nya MD masuk karena ada laporan beberapa orang yang mengatas namakan diri sebagai jemaat membawa bawa isu saya dan adik saya ngga rukun, Pak anton ngalah dulu 3 bulan nanti saya kembalikan ternyata ini hanya janji janji palsu MD periode lalu sebab kenyataannya mereka mengambil alih semuanya baik pelayanan, perpuluhan bahkan PTG sudah beli tanah sedangkan saya sengaja di Off kan, saya dibelenggu tidak diberi kesempatan, “Ujar Pdp. Anton anak Gembala GPdI Ngadirejo.Ditambahkan Pdp Anton bahwa untuk Keputusan ibadah Pagi dan sore menurutnya keputusan MD ini berdasarkan arahan ketum utk dimekarkan dan dia sudah dengar pleno sebelumnya bahwa ketum itu memberikan arahan mekar tapi versi ketum mengatakan bagi yang masih setia dengan gembala tetap di gereja yang tidak suka silahkan cari gereja sendiri. “Di depan pleno saya minta tertulis biar resmi tetapi tidak diperhatikan oleh ketua MD GPdI Jateng, Pokoknya keputusan MP seperti ini untuk bikin nama saya jelek, Jangan suruh ikut pak anton seharusnya kata katanya siapa yang ikut ibu gembala, adalah lebih bijak apabila pelayanan di Ngadirejo dikembalikan kepada Ibu Gembala, “tambah Pdt. AntonSementara itu terkait 209 jemaat yang siap pindah gereja lain menurut ketua MD Jateng bahwa hal tersebut dilakukan MD Agar jemaat tidak berpindah gereja. “Ada 2 gereja lainnya yang sudah siap menampung jemaat hal ini tentu tidak kami inginkan makanya kami menggunakan beberapa Langkah agar jemaat jangan sampai pindah gereja, “Ujar Ketua MD Jateng. Terkait hal ini Pdp. Anton Suroso membantah ada pendekatan dari gereja lain. “2 gereja yang dimaksud itu tidak ada 1 gereja yang ada gedung besar kebetulan yang punya toko temen saya, juga ada anak jemaat kami dan mereka hanya doa saja kemudian yang gereja lainnya yang disebutkan mereka itu tidak ada di Ngadiredjo hanya ada di Jogja, “ucap AntonPdp Anton selaku anak gembala dan ikut mendampingi orang tuanya dalam mengembangkan pelayanan menyatakan tidak rela jemaat di pecah pecah karena perjuangan kami utk merintis dan berbagai tantangan yang dihadapi dan jika keputusan MD Seperti ini menurutnya hanya cari aman saja. “Silahkan bikin gereja sendiri tidak akan ada seperti ungkapan mereka kalua ada 209 orang dan itu terlalu dibesar besarkan, “kata Anton. Menurut Pdp Anton bahwa ketua MD GPdI Jateng selalu katakan ada 209 tanda tangan dari jemaat tapi kenyataannnya tidak seperti itu, yang ada adalah mereka MD ingin mengambil alih pelayanan di Ngadirejo. “Saya jua sudah minta tanda tangan mereka, waktu lalu mereka minta tanda tangan dengan cara curang dibikin di halaman yang lain halaman tanda tangan itu kosong dan mereka sampaikan ke jemaat bahwa ini untuk pelayanan ibu gembala padahal isinya menolak pak Anton dan mendefinitifkan Pdt. Markus, Jemaat dulu sekitar 375 tapi sekarang sudah pindah menurut mereka lebih baik pindah ke tempat lain, Saya tanyakan kenapa ngga mau ibadah mereka bilang ngga suka lihat orang orang itu yang terus melakukan dosa, “ucap Pdt. AntonSementara itu saat dihubungi Pdt. Markus Suprapto, S.Th selaku Pendamping Tugas Gembala (PTG) yang ditempatkan MG GPdI di Ngadirejo waktu lalu mengatakan bahwa ketika sebagai PTG dia hanya mengikuti semua surat tugas yang ada point pointnya dan dia dikerjakan. “Selaku PTG saya menjadwal bergilir utk pelayanan mimbar bagi rekan rekan MD, PTG masuk karena diminta oleh jemaat, kasusnya anton ini sdh terbuka dan saya tidak berharap utk jadi gembala, Kenapa temen temen hanya mendengar sepihak tdk ada yg mengkonfirmasi kepada saya, saya menjadi PTG sekitar 3 tahun, dengan jujur saya mau katakana saya sebenarnya mempersiapkan anak gembala jadi gembala ketika saya masuk saya minta adiknya Anton yakni Martinus Johan saya damping dan arahkan supaya menjadi gembala setelah berjalannya waktu tiba tiba Johan ini menyampaikan tidak bisa melanjutkan dia pamit dengan jemaat.Ditambahkan mantan PTG Pdt. Markus bahwa Anton selalu bicara saya tdk mau jadi gembala, namun tiba tiba ingin jadi gembala saya senang tidak keberatan makanya saya damping anton. “Permasalahan Anton tentang bisnisnyalah yang membuatnya ditolak jemaat hingga juga menolak tidak mau di gembalakan oleh anton, “Ujar Pdt. Markus. Hal ini langsung dibantah Pdt. Anton yang mengatakan bahwa masalah dengan jemaat bukan dia tapi adiknya. “Saya dengan jemaat itu dekat saya bisa pastikan hampir tidak bermasalah dengan jemaat, Ujar AntonEntah siapa yang benar dan salah dan entah ada permainan apa untuk permasalahan di GPdI Ngadirejo namun pelayann ini harus diselamatkan demi jiwa jiwa. Pelayanan di Ngadirejo memulai perintisan dari tahun 1969, Gembala jemaat Pdt, John Lauw Meninggal tahun 1998 dan Ibu gembala melanjutkan pelayanan hingga tahun 2020. “Semua kami yang siapkan, sound system dan lain lain mama tinggal khotbah aja, MD masuk sejak 30 agustus 2020, hingga terjadilah kekacauan seperti yang sekarang saya diangkat sebagai wakil gembala pada tanggal 26 januari 2023, “kata Pdt. Anton.Masukkan dari berbagai pihak menyampaikan agar kiranya MP dan MD GPdI diharapkan secepatnya mengambil Langkah bijak yakni mengembalikan pelayanan kepada ibu Gembala yang menurut Pdt. Anton Susilo agar pelayanan dapat berjalan baik Kembali seperti semula. Sorotan akan terus dialamatkan kepada MP dan MD GPdI Jateng yang tentunya masalah ini akan membuat nama baik organisasi GPdI menjadi kurang baik. Perlu Langkah bijak dan tepat diluar keinginan untuk menguasai pelayanan di GPdI Ngadirejo. Menarik dinanti apakah benar benar MD GPdI Jateng akan mengambil alih dan menempatkan personilnya untuk menjadi gembala di Ngadirejo. Sebagai ladangNYA maka Tuhan tentu tidak akan menutup mata untuk jiwa jiwa yang haus akan Tuhan, disamping berbagai sorotan banyak juga umat Tuhan yang terus mendoakan pekerjaan Tuhan di GPdI Ngadirejo sebab umat tentu sangat percaya kuasa doa yang luar biasa. (Bersambung)Berita selanjutnya .... Pintu Besi Persulit Akses Ibu Gembala Ngadirejo Yang Sakit Untuk Berobat.. Sudah Puluhan Hamba Tuhan Serukan Petisi Seruan Moral Untuk GPdI Ngadirejo Isinya Menohok Bagikan Post navigation Peringati HUT pelayanan dan Pernikahan Ini Pesan Firman Kepada Pdt Marcos Bolung Gembala GPdI Bethesda Kupang Perayaan Natal GPdI Abraham Paal Dua Manado, Walikota Manado dan Sejumlah Pejabat Sampaikan Ucapan, Ini Yang Disampaikan