Ngadirejo. Kasus pelayanan GPdI Ngadirejo yang sampai kini belum dapat diatasi membuat para hamba Tuhan di lingkup GPdI terus bersuara bahkan keras mengkritisi kebijakan yang diambil MP dan MD GPdI. Melihat kondisi ibu gembala yang sudah berumur dan sakit inilah yang juga membuat para hamba Tuhan berkomentar pedas dan komentar ini ditujukan kepada MD Jateng dan MP GPdI.

Melalui group Konstitusi GPdI hingga hari Sabtu (30/12/2023), terpantau berbagai kecaman dan saran disampaikan namun seolah belum ada Tindakan untuk mengembalikan pelayanan kepada ibu gembala selaku gembala sah di GPdI Ngadirejo. MD GPdI Jateng seperti yang disampaikan ketua MD Pdt Herry Purnomo sudah melakukan berbagai hal diantaranya menunjuk PTG untuk melaksanakan tugas agar pelayanan di Ngadirejo dapat berjalan baik. Nah, penunjukkan PTG inilah yang mendapat sorotan karena bukannya mempersatukan kini malah jemaat sudah terbagi dua.

Karena berlarut larut dan semakin tidak jelas maka sekitar hamper 100 hamba Tuhan GPdI se dunia mengeluarkan sebuah “PETISI SERUAN MORAL”. Adapun ini petisi seruan moral yang ditujukan kepada Ketum MP GPdI, Ketua MPR GPdI dan Ketua MD GPdI Jateng tersebut isinya adalah, sbb :

PETISI SERUAN MORAL”
Memperhatikan perkembangan penyelesaian masalah GPdI Ngadirejo Jawa Tengah yang hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang mengembirakan atau dengan kata lain masih jalan ditempat, maka kepada yang terhormat namanya disebut diatas disampai seruan moral dari Hamba Tuhan/ gembala/jemaat yang peduli dengan GPdI ngadirejo untuk segera melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Segera menghentikan segala bentuk campur tangan pihak MD Jateng dalam hal pelaksanaan ibadah jemaat GPdI Ngadirejo
2. Mengembalikan mandaat penggembalaan jemaat GPdI Ngadirejo kepada ibu gembala Ngadirejo yang telah merintis jemaat tersebut, merawat dan membesarkannya kurang lebih selama 55 Tahun atau menetapkan Salah satu anak dari ibu gembala tersebut berdasarkan rekomendasi dari ibu gembala yang bersangkutan
3. Mengembalikan seluruh pengelolaan keuangan jemaat GPdI Ngadirejo kepada ibu gembala termasuk PP jemaat kepada ibu gembala atau anak yang telah ditetapkan berdasarkan suatu keputusan yang sah dan mengikat
4. Tidak memberi ruang sama sekali atau dengan alasan apapun untuk melaksanakan peribadatan jemaat dengan kepemimpinan yang berbeda dengan kepemimpinan ibu gembala atau anak yang telah ditetapkan sebagai gembala GPdI Ngadirejo
5. Mencabut dan menyatakan bahwa semua surat-surat keputusan MD Jawa Tengah terkait pelayanan penggembalaan di jemaat GPdI Ngadirejo tidak berkekuatan hukum mengikat atau dianggap tidak pernah ada
Seruan moral ini disampaikan untuk menghentikan perilaku yang tidak patut dan pantas untuk dilakukan oleh pimpinan organisasi GPdI yang secara kasat mata melakukan penindasan terhadap ibu gembala bersama dengan keluarganya.


Dalam hal petisi ini tidak mendapatkan perhatian sebagaimana yang kami tuntut untuk dilaksanakan maka kami akan melakukan gerakan-gerakan sosial yang lebih besar lagi sebagai bentuk perlawanan kami atas perilaku penindasan tersebut

Nama nama yang mengisi Petisi ini diantaranya Ampera Matippanna, Pdt. Ivan Sumbaluwu, Santun Sihombing Kalbar, Pdt. Daniel Paendong – Kaltim, Philip Mimery, Rs_Onibala, Pdt. Selly Talan, Pdt. S. Tandiasa, Pdt. Yusak Sukarni lampung, Yusak Tamba- Toraja/Sulsel, Gusti Putu, Pdt.Chemsyi lian, SH, Pdt. Apolos Lainsamputty, Pdt. Jeffry F. Singkoh, Pdt.Novi Pongantung, Kalbar, Pdt.Nomen NJ Ronga GPdI cabang semuntai Kaltim, Pdt. Herman Polli, S, PAK dan masih terus berlanjut.

Diharapkan Majelis Daerah GPdI Jawa Tengah dan Majelis Pusat GPdI Segera bertindak dan bisa mengikuti berbagai arahan nanti bisa dilihat hasil akhirnya namun diatas segala galanya karena ini adalah pekerjaan Tuhan maka kita perlu berdoa dan bertindak sesuai kebenaran Firman Tuhan. Karena sebagai hamba Tuhan maka segala perbuatan para hambaNya tentu seturut teladan dan sifat Tuhan. Semoga masalah GPdI NGadirejo segera diatasi dengan bijak dan taka da salahnya membentuk tim khusus yang independent agar nama Tuhan dan organisasi GPdI tetap harum dan bukan menjadi bahan omongan denominasi gereja lain. Maju GPdI … Haleluya.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *