Suasana Pelantikan Saat Beberapa Gembala GPdI Pindah ke Sinode Gereja Lain Kanaljustitia.Com. Sangat memprihatinkan, inilah kata yang keluar dari beberapa hamba Tuhan melihat perkembangan Gereja Pantekosta di Indonesia saat ini yang terus menurun. Banyaknya gereja dibawah GPdI yang keluar dan memilih bergabung dengan sinode lainnya sangat tidak berimbang dengan dibukanya beberapa sidang baru yang seolah dibangga banggakan. Puluhan gembala dan gereja yang hengkang ke sinode lain kesannya seolah ditutupi dengan beberapa gereja yang dibuka termasuk diluar negeri. Hal ini terlihat dengan adanya komunitas GPdI Nusantara di Kaltim, PD 151 di Papua, Kelompok Sehati di Banten dan Sumsel, dan dgn Hijrahnya 26 gereja lokal di Lampung, apakah itu menunjukkan kemajuan ? tentu tidak. Melihat keberadaan organisasi yang seolah tidak tertata baik maka hal ini berimbas pada pelayanan hingga ke jemaat. Penataan organisasi yang terlihat berjalan sendiri sendiri dan kurang koordinasi merupakan rangkaian situasi yang terjadi di era kepengurusan sekarang ini.Pdt. JW Selaku Ketua Umum Majelis Pusat GPdI dan jajarannya tentu harus dituntut lebih berperan dan berkonsentrasi dalam menata organisasi agar semakin baik. Tak ada salahnya mencontoh ke sinode yang lain termasuk dalam hal penataan organisasi agar lebih baik lagi kedepan. Dari tingkat pergaulan antar gereja di Indonesiapun terlihat GPdI seolah tersisihkan atau istilah kurang gaul. Kurang mendapat perhatian padahal sekelas GPdI memiliki jemaat yang lengkap dari kota dan desa dan tersebar di semua propinsi di Indonesia. Kekuatan ini kurang dan tidak dimaksimalkan sementara yang duduk hanya “merasa” bisa dan mampu. Hal yang terjadi ini tentu sangat disayangkan dan saat media ini menghubungi Ketua Umum MP GPdI Pdt. JW di Nomor 08xxx dan sudah berbulan bulan yang diawali dengan pesan melalui WA untuk bisa konfirmasi sampai saat ini tidak ditanggapi dan terkesan cuek.“Data statistik jumlah gereja dan jumlah jiwa menunjukkan kemerosotan yang lebih memprihatinkan. Laporan dalam buku MUBES Maret 2022, jumlah sidang 15.413, dan jumlah 1.186.286. Laporan dalam buku MUKERNAS Oktober 2023, jumlah Sidang turun jadi 10.388, dan jumlah jemaat 916.363 jiwa dan data ini juga sebelum terjadi eksodus besar-besaran, “Ujar Sem seorang pimpinan gereja.Sangat disayangkan memang, dari berbagai tanggapan di media sosial dan group group banyak tanggapan yang bahkan sangat keras ditujukan kepada pimpinan Majelis Pusat Dimana saat kepemimpinan saat ini terjadi banyak kasus dan penyalahgunaan kekuasaan dalam mengelola organisasi GPdI yang tidak enak untuk diberitakan. Sikap tertutup dan diam dari pimpinan Majelis Pusat GPdI dan pengurus juga bisa jadi adalah salah satu factor tak mau tau dan merasa benar. “Jika sudah menuju kearah yang tidak baik dan semakin merosot maka selaku warga GPdI tentunya kami akan bersuara, ini salah satu bentuk karena kami cinta GPdI, “ujar Moody selaku jemaat GPdI. Bagikan Post navigation Jemaat GPdI Abraham Paal Dua Manado Gelar Ibadah Natal, Firman Tuhan Yang Keras Jadi Berkat Bagi Jemaat Umat GPdI Sewilayah Paal Dua Manado Siap Gelar Paskah 2025, MW Langsung Lantik Panitia Di Lokasi Wisata