Kanaljustitia.com – ROTE NDAO, NTT. Bupati Rote Ndao Paulus Henukh, SH memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Youth Camp Pemuda Remaja GPdI Se-Rote Ndao yang digelar di Inggusado, Desa Oetutulu, Kecamatan Rote Barat Laut, 22–25 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti 558 peserta ini berlangsung meriah dan penuh pengurapan Roh Kudus.

Kegiatan Youth Camp Pemuda Remaja GPdI Se-Rote Ndao yang disponsori Wilayah 15 GPdI resmi dibuka Senin, 22 Juni 2026. Acara pembukaan dihadiri Bupati Rote Ndao beserta rombongan, jajaran hamba Tuhan, serta seluruh peserta.

Sekretaris Wilayah 15 GPdI, Pdt. Frans Lonak, mendapat kesempatan mengucapkan selamat datang kepada Bupati dan seluruh undangan yang hadir, dilanjutkan penyampaian Ketua Panitia Youth Camp, Pdt. Yermi Lenggu, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 558 orang pemuda-remaja dari berbagai jemaat GPdI se-Kabupaten Rote Ndao.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henukh, SH mendorong para pemuda untuk berani menulis sejarah. “Adik-adik punya kesempatan untuk menulis sejarah. Mau jadi apa saja boleh, yang terpenting tetap berada dalam koridor sesuai Firman Tuhan,” tegasnya di sela acara pembukaan.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan ibadah. Doa pembukaan dipimpin Ketua Wilayah 15 GPdI, Pdt. Nobert Tawolaya. Doa sebelum Firman oleh Pdt. Ibrahim Lani. Renungan Firman dibawakan Pdt. Dr. Denny Rope, M.Th. dengan dasar Hakim-hakim 6:12. Ia menegaskan, “Tuhan melihat hati, bukan karena kita hebat, tetapi karena kita spesial di mata Tuhan.” Ibadah ditutup dengan doa oleh Pdt. Billy Sepang, Biro MD Pelayanan Warga Jemaat.


KKR Malam Kedua: Teladani Komitmen Daniel
Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani pada malam kedua kembali dilayani Pdt. Dr. Denny Rope, M.Th. Ia mengutip Daniel 1:8 sebagai teladan iman. “Daniel punya prinsip iman yang kokoh dan komitmen yang tidak berubah. Mengapa Daniel berpengaruh? Karena dia suka berdoa. Mari jadilah pemuda-pemudi yang cinta Tuhan,” ujarnya.

Malam penutupan, Kamis 25 Juni 2026, ibadah KKR dipimpin Pdt. Yermi Lenggu dan berlangsung khidmat dalam urapan Roh Kudus, Yefta, dari Masa Lalu Buruk Jadi Pahlawan. Firman Allah disampaikan Pdt. Fance Lumiheke, S.Th., Biro Penginjilan MD NTT, dari Hakim-hakim 11:1 tentang Yefta. “Yefta punya biodata lengkap, kemampuan di atas rata-rata, rajin, tapi ibunya perempuan sundal. Namun Allah mau menyelamatkan potensi yang ada dalam diri Yefta. Alasan Yefta dipakai Tuhan karena di ayat 11 dia membawa persoalannya ke Mispa. Mispa artinya tempat pengintaian, menara pengawas. Mari jadilah pemuda-pemudi yang bisa mengubah dunia, di mana pun kita berada, sesuai tema VICTORY MAKER,” tegasnya.

Kesaksian Peserta
Salah satu peserta, Trifena Langga, S.Pd.Gr., mengaku sangat diberkati dengan kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat memberkati, apalagi didatangkan hamba-hamba Tuhan dari jauh, baik di sesi maupun KKR. Materi yang disampaikan memperkuat identitas kami anak muda. Ada juga tamu dari Flores yang bilang: sekalipun masa lalu kita buruk, kita tetap bisa jadi orang luar biasa,” ungkapnya.

Trifena berharap Youth Camp ini bisa terus digelar setiap tahun, karena sangat baik untuk kebersamaan dan juga terutama dalam pertumbuhan iman dan jiwa melayani bagi anak anak muda. (FerryPungis)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *