Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado melalui pelayanan GPdI Oikumene Rudenim bersama majelis wilayah 4 Paal Dua menggelar ibadah Natal Yesus Kristus di Rudenim Manado pada hari Minggu (22/12/2024). GPdI Oikumene sendiri mendapat kesempatan untuk secara rutin melayani para warga asing yang sementara menghadapi permasalahan keimigrasian. Bersama Mitra lainnya GPdI Oikumene dibawah pimpinan gembala Pendeta Braytner Maindoka terus eksis membina kerohanian para deteni, hal ini tentunya merupakan kebanggaan bagi GPdI.Rumah Detensi Imigrasi atau biasa disingkat menjadi Rudenim, adalah unit pelaksana teknis dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar peraturan kemigrasian. Orang asing yang ditempatkan di Rudenim disebut sebagai deteni. Rudenim dibangun karena meningkatnya lalu lintas orang, baik yang keluar maupun yang masuk ke Indonesia, sehingga berpotensi timbulnya permasalahan keimigrasian terhadap kedatangan dan keberadaan orang asing di Indonesia, yang memerlukan upaya penindakan bagi orang asing yang melanggar ketentuan yang berlaku. Semarak perayaan ibadah Natal Yesus Kristus Rudenim Manado juga di meriahkan dengan tampilnya anak anak dan remaja yang menampilkan tarian dan pujian. Dipandu Woship leader Karli takalimbusan dan singer Derlina Hasibuan, semarak ibadah perayaan natal berlangsung khusuk dan sukacita. Dalam khotbah natal Pdt Youdi Samola menyampaikan bahwa sekalipun kita tidak setia Dia Tuhan tetap menunjukkan setianya kepada umatNya, pertanyaannya kenapa kebesaran kasih setianya ditujukan kepada manusia ? Karena citra Allah dan Sifat sifat Allah ada kepada manusia. Imagodey artinya manusia dipercaya oleh Allah untuk mengelola dunia ini karena semakin hari bumi semakin rusak hanya sayang sekali gambar Allah ini telah dirusakkan oleh pemberontakan di taman Eden dan Allah ingin merubahnya dengan mengirimkan anakNya yg tunggal. Pendeta Youdy Samola saat membawakan khotbah Natal Dalam sambutan natalnya Putu Agus Sugiarto selaku Kasie perawatan dan kesehatan Rudenim Manado, mewakili Kepala kantor Rudenim menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan perayaan natal ditempat ini yg tujuannya agar umat dapat merayakan dengan para deteni. “Selamat natal dan semoga natal ini dapat kita rasakan Bersama,” ungkap Putu.Hadir trio pimpinan wilayah 4 Paal Dua Manado ketua Pdt. Lordy Mandalika, sekretaris Pdt Hendra Kuhu dan bendahara Pdt Remmy Dengah dan gembala gembala sewilayah serta jemaat dan undangan. Sementara dari pihak pelayanan misi di Rudenim hadir Ps. Elizalde Chafirma, Pak. Donny Pangkey, Yohanis Tongge, Junius Dareda dan tim lainnya. Perayaan Semakin lengkap dengan sukacita sorga atas seorang deteni asal Nigeria yang memberi dirinya untuk Tuhan melalui baptisan air.“Terima kasih untuk kehadirannya kiranya perayaan natal Yesus Kristus memberkati kita semua dan di Rudenim Manado adalah Rudenim pertama di Indonesia yang ada pembinaan kerohanian waktu lalu hanya manado kini sudah ada rudenim Bali, jadi sudah ada 2 dari 13 Rudenim, terima kasih kepada pihak Rudenim yang memberikan kami ruang dan pelayanan di tempat I ni baik kami GPdI Oikunene juga mitra kami pelayanan misi lainnya di tempat ini, Kenapa pelayanan ini bisa terjadi karena seperti tema kita Yohanes 3:16 Kasih Allah yang besar sehingga pelayanan ini ada, “Ujar Pendeta Braitner Maindoka bersama istri Jenie Devalgue. (Hence Karamoy) Bagikan Post navigation Majelis Wilayah Paal Dua GPdI Sulut Gelar Musyawarah Wilayah, Diputuskan Beberapa Keputusan Untuk Pelayanan Wilayah Seru Dan Penuh Makna Perayaan Paskah GPdI Se Wilayah 4 Paal Dua