Sebuah Renungan 

(Yoh. 5:1 – 9)
S. Tandiassa

 

Suatu hari Yesus pergi ke Yerusalem untuk mengikuti perayaan hari raya  orang Yahudi. Sejak usia 12 tahun Yesus bersama Yusuf dan Maria, selalu mengikuti perayaan hari-hari raya Yahudi di Yerusalem. Kali ini Yesus  masuk ke kota Yerusalem melalui sebuah gapura yang bernama Gerbang Domba. Di balik gapura Gerbang Domba itu terdapat sebuah kolam yang diberi nama Betesda.

Ada sebuah tradisi masyarakat Yahudi tentang kolam Betesda, yaitu konon pada saat-saat tertentu, ada malaikat turun dan menggoncang air kolam Betesda. Siapa yang pertama kali masuk ke kolam setelah airnya bergoncang, orang itu pasti sembuh. Karena itulah orang Yahudi memberi arti pada nama Betesda yaitu, subur, makmur, atau sehat.

  1. MITOS BETESDA

Cerita mengenai seorang malaikat yang sewaktu-waktu turun dari surga dan menggoncang air kolam Betesda itu,  beredar dari mulut ke mulut, meluas dari satu kampung ke kampung lainnya, hingga keluar kota Yerusalem. Cerita itu kemudian diceritakan dari tahun ke tahun, ditularkan turun temurun dari generasi ke generasi sampai di zaman Yesus. Akhirnya cerita atau tradisi itu menjelma menjadi sebuah kepercayaan atau mitos.

 

Tidaklah mengherankan bila di sekeliling kolam Betesda, terbaring ratusan orang yang sakit parah, yang datang dari berbagai wilayah. Mereka membawa tempat tidur masing-masing dan berbaring siang dan malam di sekeliling kolam Betesda. Mereka menantikan seorang malaikat yang konon sewaktu-waktu turun menggoncang air kolam Betesda.

Ini adalah penantian yang tidak pasti karena tidak seorangpun tahu kapan malaikat turun dari surga. Tidak ada data atau informasi berapa kali malaikat itu turun dalam seminggu atau sebulan. Orang-orang sakit dan keluarganya melewati hari-hari penantian di pinggir kolam dengan cerita-cerita tentang: Betesda yang konon sering dikunjungi malaikat, Betesda yang konon airnya bisa menyembuhkan setelah digoncang malaikat.

Cerita-cerita mitos tentang kolam Betesda itu membuat para pasien dan keluarganya terbuai atau terninabobokkan tanpa mereka  menyadari. Daya pesona mitos Betesda itu sedemikian kuat sehingga membuat salah satu pasien yang sakit lumpuh betah menanti sampai 38 tahun. Mitos Betesda memberi harapan-harapan dan semangat untuk terus menanti, tetapi ternyata penantiannya kosong. Itulah konsekuensi dari kepercayaan pada mitos.

  1. DARI MITOS KE YESUS.

Ketika Yesus masuk kota Yerusalem melalui kolam Betesda, pandangan-Nya tertuju pada seorang lumpuh yang sudah 38 tahun menanti kesembuhan. Yesus meng-hampiri dan bertanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawabannya sangat menyedihkan. “Setiap kali aku berusaha masuk ke kolam, selalu gagal”. – entah sudah berapa kali ia gagal

Mendengar jawaban itu, Yesus langsung mengalihkan kepercaya-an si lumpuh dari mitos kolam Betesda ke Diri Yesus sendiri. Yesus mengalihkan harapan si lumpuh dari mitos tentang Betesda kepada fakta Diri Yesus. Yesus berkata: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan berjalanlah”. Pada detik itu juga si lumpuh bangangkat tilamnya dan sembuh.

Yesus tentu tahu cerita-cerita atau kepercayaan masyarakat Yahudi tentang kolam Betesda. Jika cerita dan kepercayaan itu benar, Yesus tentu akan berkata pada si lumpuh: “bersabarlah, tunggulah, besok atau minggu depan Bapa-Ku akan mengirim malaikat menggoncang air kolam ini, dan ketika itu engkaunakan sembuh”. Tatapi ternyata Yesus tidak berkata seperti itu, bahkan Yesus sama sekali tidak berbicara apa-apa tentang malaikat atau kolam Betesda!

Sebaliknya Yesus berkata pada si lumpuh: “bangunlah, angkat tempat tidurmu”. Mengapa harus mengangkat tempat tidur? Supaya si lumpuh segera meninggalkan Betesda dengan semua cerita mistisnya,  supaya si lumpuh jangan terus terbuai, terpeso-na, dan dininabobokkan oleh mitos-mitos indah tentang Betesda, dan upaya si lumpuh jangan terus menjadi korban dari mitos-mitos

Apa relevansinya mitos Betesda dengan keberadaan dan aktivitas iman kita sekarang? Atau, apa pesan dari teks soal mitos Betesda kepada kita di era milenial ini?..

 

 

III. MITOS-MITOS DALAM GEREJA MASA KINI

Anda mungkin berkata bahwa itu kan dulu. Atau Anda berpikir mitos itu hanya ada di kalangan orang-orang yang percaya pada klenik-klenik atau mistik. Tetapi tungguh dulu. Jika anda melihat secara teliti dan berpikir secara kritis, Anda akan menemukan kenyataan bahwa di dalam gereja masa kini, terutama di dalam gereja-gereja aliran Kharismatik-pantekosta, justru terdapat lebih banyak mitos. Bahakan setiap saat muncul mitos-mitos baru. Dan yang menciptakan mitos-mitos itu justru para rohaniawan, para pendeta, hamba Tuhan, atau mereka yang merasa dirinya sebagai orang yang spesial di mata Allah.

  1. Mitos Tempat

Anda pernah mendengar umat Kristiani yang berziarah ke Israel? Ketika sampai di Sungai Yordan, mereka mengadakan acara baptisan. Siapa yang dibaptis? Bukan petobat-petobat baru, tetapi para rohaniawan, hamba-hamba Tuhan, dan bahkan ada pende-ta-pendeta, yang notabene sudah dibaptis. Mengapa dibaptis ulang? Karena mereka percaya Mitos sungai Yordan tempat Yesus dibaptis. Mereka percaya kalau dibaptis di sungai Yordan, mereka akan mendapat nilai dan bobot spiritual yang lebih.

Anda pasti sering mendengar atau membaca seperti ini: “di gereja A, kuasa Tuhan dahsyat, atau di gereja B selalu ada mujizat”. Lalu muncul iklan-ikpan: “Anda ingin dijamah Tuhan? Datanglah ke gereja A. “Anda ingin mengalami mujizat? Datanglah ke gereja B”.

Ada pula cerita atau kepercayaan bahwa berdoa di taman doa atau di gua doa, itu lebih besar hasilnya dan kuasa Allah lebih nyata daripada berdoa di rumah atau di gereja. Maka sebagian besar warga Pentakosta, termasuk pendetanya, lebih suka dan antusias pergi berdoa di taman atau gua doa daripada berdoa di rumahnya atau di gerejanya. Ini semua sama dengan cerita atau tentang kolam Betesda

  1. Mitos Pendeta.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar ada hamba-hamba Tuhan yang menceritakan pengalaman-pengalaman spiritual yang sensasional. Ada yang katanya pernah dibawa Yesus ke naraka lalu melihat dan mendengar berbagai kengerian di naraka. Ada juga hamba Tuhan yang katanya dibawa ke surga, lalu Tuhan memberi mandat dan pesan-pesan khusus, atau karunia-karunia istimewa untuk melakukan tugas-tugas khusus di bumi

Dari cerita-cerita tentang pengalaman spiritual itu – yang kebanya-kan hanyalah imaginasi – hamba Tuhan yang bersangkutan kemudian merasa diri sebagai orang yang paling dekat dengan Tuhan dan yang paling tahu isi hati dan pikiran Tuhan, sehingga apa saja yang dikatakannya dianggap dari Tuhan. Ia akan selalu bilang:  Tuhan berbicara pada saya”, atau “Roh Kudus bipang begini dan begitu”. Cerita-cerita sensasional dari imaginasi tentang di bawa ke narakan atau ke Surga itu membuat si pendeta  menganggap diri orang yang istimewa lalu mempo-sisikan diri sebagai agen Allah. Ujung-ujungnya adalah sang hamba Tuhan ini memitoskan dirinya dan dimitoskan jemaat.

 

  1. Mitos Minyak Urapan

Kepercayaan pada minyak urapan di kalangan umat Pantekosta sudah sedemikian kuat dan mengakar, sehingga ada pendeta-pendeta dan gereja-gereja sangat bergantung pada minyak urapan. Setiap kali mau mendoakan sesuatu, mereka merasa kurang yakin bila tanpa minyak urapan.

Di dalam kepercayaan para penganut minyak urapan, khasiat minyak urapan ditentukan oleh “siapa yang mendoakan atau memberkati minyak itu”. Minyak urapan “produk” doa pendeta yang mengaku “katanya” sudah pernah dibawa ke surga dan ke narakan, itu dipercayai lebih besar khasiat dan kuasanya diban-dingkan dengan minyak urapan “produk” doa pendeta pada umumnya, dan harga jualnya pun lebih mahal.

Minyak produk dari doa hamba Tuhan yang telah “dimitoskan” itu selanjutnya juga “dimitoskan” atau dipecayai mengandung kuasa untuk mengusir setan-setan dari semua tempat, untuk menyem-buhkan segala penyakit, untuk melepaskan segala kutuk, untuk mendatangkan keberuntungan, dan untuk mengubah nasib. Sede-mikian kuatnya kepercayaan pada mitos minyak urapan itu sehingga tanpa disadari, minyak urapan telah menggeser atau mendegradasi kekuatan, kewibawaan, dan kemuliaan NAMA YESUS. Kalau mereka berdoa dalam nama Yesus untuk orang sakit, untuk mengusir setan, atau untuk memberkati, jika tanpa memercikkan minyak urapan, dianggap ada sesuatu yang kurang.

  1. Mitos Karunia Rohani

Karunia rohani atau karunia roh, adalah pemberian dari Allah kepada setiap orang percaya untuk digunakan melayani dan memuliakan Tuhan. Masalah muncul ketika hamba-hamba Tuhan yang mengklaim dirinya mendapat karunia itu menganggap dirinya memiliki spesialisasi. Lalu ada hamba Tuhan yang mengaku mempunya karunia pelepasan, ada yang mengaku mempunya karunia memberkati usaha dan rumah tangga, ada yang mengaku mempunya karunia mengusir setan, ada yang mengaku mem-punya karunia kesembuhan, ada pula yang mengaku punya karunia pendoa syafaat dll..

Kepercayaan akan spesialisasi karunia ini kemudian membuat hamba Tuhan atau jemaat merasa memiliki otoritas khusus untuk mengusir setan, otoritas khusus untuk penyembuhan, otoritas khusus memberkati, otoritas khusus untuk pelepasan, dan sete-rusnya. Klimaksnya adalah, baik hamba Tuhan maupun jemaat akhirnya mengagung-agungkan  karunia-karunia rohani.

Bila jemaat sakit, mereka mencari hamba Tuhan yang katanya punya karunia spesial penyembuhan, bila mau membuka usaha, mereka mencari hamba Tuhan yang katanya punya karunia spesial untuk memberkati, demikian seterusnya. Tanpa disadari, iman, harapan, atau kepercayaan  bergeser dari Yesus kepada karunia rohani. Dan akhirnya terbentuklah sikap iman yang memitoskan, mengagungkan, mengkultuskan, dan mengandalkan karunia rohani.

Jika Anda melihat dengan cermat dan berpikir secara kritis, saat ini terdapat banyak mitos yang telah menjelma menjadi keper-cayaan dan bahkan ada mitos yang sudah menjadi doktrin di dalam gereja-gereja Pantekosta. Ada mitos-mitos yang diwariskan secara turun temurun dari para pendahulu lalu dilestarikan dalam gereja. Ada mitos-mitos yang sengaja diciptakan berdasarkan pengalaman-pengalaman subyektif individual. Dan ada mitos-mitos yang memang sengaja direkayasa oleh oknum-oknum rohaniawan melalui cerita-cerita sensasional, entah itu tentang penglihatan, tentang mimpi, atau tentang diangkat ke surga atau dibawa ke neraka.

  1. BUANG MITOS-MITOS

Saat ini yang paling penting dan mendesak untuk dilakukan adalah  bagaimana kita melepaskan diri kita, pikiran kita, iman kita, dan praktek-praktek hidup beriman kita dari setiap belenggu mitos. Paling sedikit ada tiga prinsip iman yang harus Anda pegang untuk melepaskan atau menggeser semua mitos rohani dari konsep keyakinan anda

  1. 1. Yesus lebih agung, lebih mulia, lebih besar, dan lebih tinggi daripada semua (siapapun) hamba Tuhan itu, karena Yesus sungguh-sungguh secara fisik turun dari surga ke bumi, mati, masuk ke alam maut, bangkit dari kematian, lalu naik ke Surga.
    Manusia, siapapun dia, yang mengaku dibawa ke surga dan neraka, atau mengaku pernah mati dan hidup kembali, hanyalah orang-orang yang berimaginasi atau membayangkan tentang surga dan neraka.

Mengapa Anda harus memitoskan,  mendewakan, mengkultus-kan, dan  mengagung-agungkan dia? Meski ia berpredikat hamba Tuhan yang diurapi, dan memiliki segudang cerita pengalaman spiritual yang sensasional, tetapi jangan lupa, ia juga hanyalah manusia sama seperti anda.

 

  1. Yesus lebih besar daripada semua Karunia Rohani. Yesus-lah yang memberi karunia-rohani rohani pada hamba-hamba Tuhan dan kepada orang-orang percaya. Kuasa, daya, kekuatan bukan karunia itu, dan tidak terletak di dalam karunia rohani, tetapi di dalam Nama Yesus yang memberi karunia rohani itu.

Lalu mengapa Anda menaruh harapan atau bergantung pada karunia rohani? Mengapa Anda mengagung-agungkan dan mengkultuskan orang yang mengaku mendapat karunia rohani spesial? Dan mengapa Anda harus mencari orang yang katanya punya karunia-karunia rohani, bila anda membutuhkan pertolong-an? Anda sedang terperangkap dalam mitos karunia rohani.

 

  1. Nama Yesus lebih tinggi, lebih mulia, dan lebih berkuasa dari-pada semua nama hamba Tuhan, pendeta, nabi, dan rasul mana pun di dunia ini. “Di bawah kolong langit tidak ada satu nama yang setara dengan nama Yesus, karena tidak ada nama lain yang di dalamnya kita selamat, selain di dalam nama Yesus”.

Jika Anda percaya bahwa Yesus lebih tinggi, lebih mulia, lebih berkuasa daripada semua hamba Tuhan, pendeta, penginjil, rasul, atau nabi, dll, mengapa anda masih mengagungkan, mengkultus-kan, dan mendewa-dewakan, sosok-sosok hamba Tuhan, sosok pendeta, nabi, atau rasul yang hanyalah manusia seperti Anda?

Jika Anda percaya bahwa Nama Yesus adalah nama di atas segala nama, dan di bawah kolong langit tidak ada nama yang di dalamnya kita selamat, mengapa anda masih saja memitoskan, mensakralkan minyak yang hanyalah buatan tangan manusia?

Jangan terbuai oleh cerita-cerita mitos rohani. Jangan larut dalam mitos-mitos khayalan rohani yang memang direkayasa oleh oknum-oknum hamba Tuhan demi mencitrakan diri sebagai hamba Tuhan istimewa dan lebih dari yang lain. Tentu saja tujuan-nya adalah untuk menarik pengikut.

  1. YESUS & MITOS ATAU HANYA YESUS?

Kini Iman Anda diperhadapkan pada dua pilihan. YESUS  atau MITOS? Percaya pada mitos tempat, mitos hamba Tuhan atau pendeta, mitos minyak urapan, dan mitos karunia rohani, mungkin anda tidak berdosa, tetapi yang pasti anda tersesat, karena iman, kepercayaan, harapan, pemujaan, dan pengagungan Anda tidak lagi kepada Yesus tetapi kepada mitos-mitos.

Sebaliknya, jika anda percaya kepada Yesus dan hanya kepada nama Yesus, Anda harus membuang segala mitos sebagaimana telah dijelaskan di atas. Selalu ingat pernyataan-pernyataan Yesus: ‘Segala kuasa di surga dan di bumi ada dalam tangan-Ku. Di dalam Nama-Ku doa-doamu akan dijawab. Sembuhkanlah mereka di dalam nama-Ku, usirlah setan-setan di dalam nama-Ku, di bawah kolong langit tidak ada nama lain yang di dalamnya kita sepamat, kecuali dalam nama Yesus’.

 

Akhirnya, percaya pada mitos tempat, mitos pendeta istimewa, mitos minyak urapan, dan mitos karunia rohani, sangat identic dengan menciptakan ilah-ilah lain. Pertanyaannya sekarang adalah: Yesus atau Mitos? atau Anda percaya mitos atau percaya hanya Yesus? Anda percaya Yesus plus mitos atau percaya hanya Yesus atau Yesus tanpa mitos?

 

Bagikan

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *