SURAT TERBUKA UNTUK TUAN –TUAN PIMPINAN MAJELIS PUSAT (MP) GPdI

 

Shalom, selamat pagi tuan-tuan pimpinan MP GPdI yang terhormat,

Mohon isin memperkenalkan diri hamba sebagai salah seorang anggota jemaat GPdI yang awam di bidang teologi dan sistem keorganisasian GPdI, sebagai berikut :

Nama              : Ampera Matippanna

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Umur               : 57 Tahun

Domisili           : Makassar Sulawesi Selatan

Jemaat            : GPdI EL-Shadai Makassar.

Tuan-tuan pimpinan yang terhormat,

saya mengetahui bahwa tuan-tuan sekalian lagi berkumpul diSurabaya saat ini di salah satu gedung hotel yang mewah untuk melakukan tradisi organisasi yang kalian sebut sebagai rapat pleno untuk membahas beberapa kasus (perkara) yang sedang mencuat di organisasi GPdI , sebagai salah satu perwujudan kekuasaan tuan untuk memeriksa , mengadili dan memutuskan perkara-perkara terseebut.  Meskipun tuan-tuan sekalian adalah pimpinan eksekutif bagi GPdI, namun dalam prakteknya juga merangkap sebagai hakim yang mengeksekusi pihak-pihak yang berperkara dalam tradisi kebanggaan tuan-tuan sekalian yaitu dalam forum rapat pleno.

Tuan-tuan pimpinan yang terhormat,

Sebagai orang awam, saya sering mendengarkan petuah-petuah tuan ketika tuan berdiri dimimbar kebesaran dan kekuasaan tuan tentang perilaku hakim yang lalim  Meskipun dalam penyampaian petuah tersebut, tuan-tuan yang terhormat lebih banyak menyoroti dari sisi sikap dan perilaku orang lemah (janda) dihadapan hakim yang lalim , namun saya percaya bahwa tuan-tuan sekalian paham mengapa hakim itu disebut lalim. Hakim tersebut disebut lalim karena tidak takut akan Allah, sombong dan mengabaikan hak dan kepentingan orang lemah. Tentunya saya percaya bahwa tuan-tuan sekalian dalam bertindak selaku hakim, bukanlah hakim yang lalim dan tidak menggunakan tradisi kebanggaan tuan untuk  menghukum orang yang tidak bersalah.

Saya percaya bahwa tuan-tuan yang terhormat pernah mendengar atau membaca beberapa asas dalam pelaksanaan kekuasaan kehakiman bahwa tiada seorangpun yang dihukum tanpa kesalahan , peradilan harus berlangsung secara jujur dan adil dan dalam memutus suatu berkara hakim harus terbebas dari berbagai intervensi dan kepentingan dan semata untuk kebenaran dan keadilan.

Tuan-tuan pimpinan yang terhormat,

Sebagai orang awam, saya kadang tidak percaya atau meragukan keputusan-keputusan yang tuan sekalian ambil dalam tradisi kebanggaan rapat pleno tuan-tuan sekalian.  Dalam ketidak percayaan saya atau keraguan tersebut kadang saya berfikir bahwa dalam tradisi kebanggaan rapat pleno tersebut telah menjadi ajang konspirasi, tidak memperlihatkan itikad baik, dan menghakimi tanpa bukti yang cukup, karena dalam beberapa penyelesaian perkara terkesan tuan-tuan sekalian cenderung hanya mendengar keterangan sepihak, mengadili berdasarkan asumsi tanpa mengahadirkan pihak-pihak berperkara untuk melakukan pembelaannya. Tuan-tuan sekalian juga kadang terlihat bertindak tidak independen dalam hal penanganan perkara yang melibatkan para kolega tuan-tuan sendiri.

Tuan-tuan pimpinan yang terhormat,

Sebagai tuan eksekutif dan tuan hakim tentunya pernah mendengar atau membaca  salah satu pameo hukum yang sangat terkenal yaitu fiat justitia ruat caelum , yang dapat diartikan bahwa sekalipun langit akan runtuh keadilan harus ditegakkan. Selain itu tentunya tuan-tuan sekalian juga pernah mendengar adagium hukum yang mengatakan lebih baik membebaskan seribu orang penjahat dari pada menghukum satu orang yang tidak bersalah. Semoga kedua prinsip tersebut kali ini dapat menjadi pilar utama bagi tuan-tuan sekalian yang sedang mengadili beberapa kasus yang terjadi di GPdI saat ini, diruang hotel yang mewah di Surabaya pada forum tradisi kebanggaan para tuan sekalian.

Demikian surat terbuka ini dibuat dengan harapan bahwa diruang hotel yang mewah dan menghabiskan anggaran yang cukup besar, tradisi rapat pleno kebanggaan tuan-tuan pimpinan menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya dan mengedepankan kebanaran dan kejujuran.

Makassar 15 Agustus 2023

 

(Ampera Matippanna)

 

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *